Selasa, 04 Januari 2011

Mencari peluang untuk mengajak Budi karyawan-restoran melakukan hubungan sex-sejenis.

Dalam bahasa Inggris,orang yang bekerja melayani tamu di restoran atau rumah-makan disebut waiter [jika laki-laki] atau waitress [jika perempuan]. Dalam bahasa Indonesia-lama, mereka ini disebut sebagai pelayan-restoran. Dalam bahasa Indonesia-baru mereka ini disebut "pramusaji".Awalan atau kata "pramu" dikenal juga dalam kata "pramugari" dan "pramuria". Dalam karangan atau cerita-cabul ini, akumenggunakan istilah karyawan-restoran untuk menyebut waiter.

Akhiran "wan" pada kata karyawan-restoran untuk menunjukkan bahwa yang dibicarakan dalam cerita-cabul ini adalah karyawan laki-laki. Sebab, situs MOTNES ini dimaksudkan untuk para pembaca gay [homosex] yang laki-laki dan yang suka laki-laki.

Sebagai laki-laki homosex,maka secara berkala aku harus mencari partner untuk diajak berhubungan sex-sejenis.Seperti halnya semua manusia normal, maka aku juga memerlukan pelampiasan nafsu sex secara berkala [periodik] .Karena pada-umumnya laki-laki homosex juga penikmat sex sado-masochist, maka selain aku memerlukan pelampiasan nafsu sex-sejenis, aku juga memerlukan sasaran pelampisan nafsu-sadis!

Untuk melampiaskan nafsu sadisku, memang favoritku adalah menghajar tubuh pemuda-remaja yang bertelanjang-bulat dengan sebuah cemeti-besar [bullwhip] atau pecut-rotan yang aku ayunkan dengan sekuat tenagaku: "CETARRR!", dan disusul oleh gelinjang kaget kesakitan pemuda itu lalu disertai teriakan amat-kesakitan : "AGGGH!,lalu diikuti dengan adanya bilur,lebam,ldan lecet berdarah di bagian kulit-tubuh pemuda yang aku hajar itu.Agh!Indah!Sadis, jantan dan merangsang ! Aku suka itu!!!

Laki-laki favorit untuk aku ajak main-sex sejenis adalah pemuda-remaja usia belasan tahun, sampai dua-puluhan tahun.Dengan wajah tampan, berkulit-putih bersih, bertubuh ramping tetapi atletis, seperti model L-Men,berkontol-besar dan sunat,berjembut dan berbulu-ketek lebat,tapi enak untuk dilihat. Sedangkan untuk pemuasan nafsu-sex sadis aku suka lelaki yang bertubuh kekar-berotot dan berlengan-besar serta berpenampilan jantan! Sebab,aku juga berharap agar itu lelaki itu mau berperan memuaskan nafsu-masochistku,yaitu menghajar, menyiksa, dan memperkosa aku!Lebih baik lagi jika laki-laki itu bisa berperan-ganda,yaitu jadi pemuas nafsu sex-sejenis sebagai top [mau mengentoti boolku] dan bottom [bersedia aku entot silitnya], jadi pemuas nafsu sex-sadis [bersedia aku hajar] dan sebagai pemuas nafsu-sex masochist [yang mau menghajar aku].

Aku suka berburu laki-laki di Indonesia dan di Filipina karena pemuda-remaja di kedua negara itu sesuai dengan seleraku. Sebab, dalam diriku mengalir 30% darah-Melayu, 30% darah-Cina, dan 30% darah-Eropa [Spanyol],sedangkan aku lahir di Singapura dan dibesarkan dalam lingkugan budaya Melayu.Tidak heran jika aku suka cowok Indonesia dan Filipina, karena kedua etnik itu mempunyai nuansa yang terkandung dalam fisik, mental, dan sosial diriku.Yang juga amat-penting adalah bahwa aku berselera dengan cowok Indonesia dan Filipina karena 80% - 90% dari mereka sudah sunat semua!

Aku berburu cowok kapan saja dan dimana saja,asal sesuai seleraku dan dapat membangkitkan nafsu-berahiku.Seperti aku katakan, aku suka pemuda-remaja, yang putih-bersih,bertubuh atletis ketat-berotot, ber-kontol besar dan sunat, ber-jembut dan berbulu-ketek lumayan-lebat - tetapi enak dilihat [jembut dan bulu-keteknya waktu mereka telanjang-bulat]!

Dalam cerita-cabul ini aku akan bercerita tentang kisah-nyataku ketika aku main-cabul sex-sejenis dengan seorang karyawan-restoran di salah satu dari kedua negara yang aku sebut tadi!

Beberapa restoran,cafe, atau fast-food restaurant mempekerjakan pemuda-remaja yang tampan, putih-bersih,bertubuh atletis,ramah dan murah senyum.

Tidak jarang pendidikan mereka lumayan. Ada yang punya ijazah lebih tinggi dari SMU/SMU - seperti ijazah D-1 atau D-3, bahkan ada juga yang punya ijazah S-1.Hanya karena nasib dan karena pemimpin negara mereka tidak mampu memimpin dan tidak becus mengurus negara maka lapangan kerja jadi amat ter -batas. Sehingga mereka terpaksa bekerja menjadi pelayan-restoran!Sebagai contoh adalah Budi. Budi adalah seorang pemuda cakep yang berkulit putih-bersih, bertubuh atletis dan berkepribadian ramah.

Aku jumpa Budi ketika dia melayani aku makan di restoran tempatnya bekerja. Karena ketampanannya, maka aku sengaja bertanya ini-itu waktu aku memesan makanan.Sambil aku sesekali menanyakan perihal diri-pribadinya.Seperti : nama-nya, pendidikannya, tempat tinggalnya, dan jadwal kerjanya [shift].

Bahkan aku berhasil mendapatkan nomor HP-nya.Aku beralasan bahwa aku suka dengan restoran itu dan kapan-kapan aku akan meneleponnya kalau aku perlu info atau akan booking tempat atau akan pesan makanan untuk di-delivery [diantarkan] ke rumah. Dengan ramah Budi memberikan nomor HP-nya dan juga nomor telepon-restoran itu. Katanya :

"Bapak bisa langsung pesan lewat nomor telepon restoran.Tapi kalau Bapak mau telpon saya juga silahkan ".

Tentu saja aku sudah paham hal itu. Aku minta nomor HP Budi hanya alasan saja. Karena aku mau menghubunginya secara pribadi.Syukur-syukur dia bisa diajak main-cabul!Kalau dia tidak mau diajak main-cabul juga tidak apa-apa. Ngobrol-ngobrol atau makan berdua-duaan dengan pemuda-remaja ganteng juga sudah sangat membahagiakan aku.

Demikianlah kira-kira dua minggu kemudian aku menelepon Budi untuk booking tempat di restoran tempat dia kerja.Aku harus mengajak Reinald,salah seorang Satpam dari apartemen tempat aku tinggal, untuk menemani aku makan. Supaya aku tidak makan sendirian saja. Reinald aku pilih untuk menemani aku karena dia ganteng, atletis, berkulit putih-bersih,dan lengannya besar dan kekar.Dari postur-tubuh dan ukuran-ukuran bagian tubuhnya,aku sangat berharap agar Reinald punya kontol ukuran besar [king size].

Reinald juga punya kepribadian ramah dan selalu siap membela orang yang dikawalnya. Aku berpikir untuk suatu waktu menyewa Reinald dari Security Agency tempat dia bekerja, untuk jadi body-guard pribadiku.Tetapi aku harus mengamati dan mengenal dulu sifat-sifat dasar Reinald. Aku juga mengukur sejauh mana aku bisa menaklukkan dia secara fisik jika suatu kali dia melawan aku - sewaktu akan aku cabuli. Sudah jadi kebiasaan dan "penyakit'-ku, kalau aku punya body-guard ganteng,sering sekalian aku jadikan partner sex [tentu saja sex-sejenis].

Sewaktu aku dan Reinald makan di restoran itu, Budi yang menjadi waiter kami. Ketika kami selesai makan aku memberi Budi uang-tip Rp 100.000,- yaitu sekitar US $ 10,-.Ada tiga kali aku makan di restoran itu dengan jarak selang sekitar 10-14 hari dan dengan mem-booking tempat melalui Budi. Yang menemani aku ber-ganti-ganti orang, Kadang-kadang Satpam, kadang-kadang Yovan atau Azman stafku di kantor. Sengaja aku memberi tip "besar" pada Budi, yaitu sekitar Rp 100.000,- sampai - Rp 200.000,-, yaitu sekitar US 10,- sampai US $ 20,- .

MENGAJAK BUDI KE BALI

Pada kunjunganku yang keempat aku mengajak Budi menemaniku jalan-jalan ke luar kota - sewaktu Budi sedang libur [ off ]. Waktu itu Budi masih sendirian [single] dan dia tinggal di rumah kost.Oleh karena itu, jalan-jalan ke luar kota merupakan suatu selingan yang menyenangkan buat Budi. Ternyata Budi mau menemani aku.Supaya Budi senang, aku mengajaknya ke Bali atau tepatnya ke Nusa Dua dan kami menginap di sebuah hotel mewah bintang-lima. Tentu saja semua aku yang bayar : hotel, makan, jalan-jalan, dan pesawat Jakarta - Bali [Denpasar] PP. Aku juga memberinya tip cukup besar. Aku bilang :

"Ini sekedar pegangan, kalau Budi perlu beli apa-apa", dan lalu Budi menjawab dengan kata-kata :

"Terima kasih banyak Pak"

Aku tak mau terlalu banyak teori dan basa-basi. Oleh karena itu, begitu kami tiba di hotel, yang pertama aku lakukan adalah mengajak Budi berenang. Sebab, aku sudah keluarkan modal [uang], untuk kegiatan main-cabul itu. Meskipun aku tidak bicara terus-terang pada Budi, bahwa dia akan aku cabuli! Aku memang suka membikin kejutan [surprise], kalau perlu dengan pendadakan, pemaksaan dan perkosaan! Aku paling suka itu !!!

Karena Budi baru pertama kali menginap di hotel mewah, maka aku jadi punya peluang untuk mengajarinya tentang banyak hal. Kebetulan Budi tidak bawa celana-renang, tapi di hotel itu ada shopping arcade dan salah satu shop [toko] di situ, ada yang menjual celana renang. Toko itu menjual celana renang yang disain-nya disukai orang-bule, yaitu model bikini atau kancut-minim.Sebetulnya Budi agak keberatan dengan disain celana-renang model kancut itu. Tapi tidak ada model lain, selain model kancut bikini yang disainnya rendah dan minim [maximum exoposure].Aku membesarkan hati Budi dan memotivasinya.Dengan mengatakan bahwa di dalam air tidak akan terlihat model celana-renang yang dipakainya.Walaupun aku sudah memberinya uang-saku,tetapi aku membayar celana-renang itu untuk Budi.

Setibanya di kamar, Budi akan mencoba celana-renangnya yang baru dan dia akan mengenakannya di kamar-mandi. Tapi aku mengatakan pada Budi :

"Kita coba disini saja".

Kebetulan aku juga membeli celana-renang baru yang modelnya sama dengan yang dibeli untuk Budi.Hanya saja beda-warna. Lalu aku segera memplorotkan celana luarku, sekalian kancutku.Kemudian sekalian aku buka juga baju kaosku sehingga aku telanjang-bulat di depan Budi - tanpa aku terlihat risih atau malu-malu kucing. Kemudian aku mencoba celana-renangku yang baru.Ternyata duduknya cukup bagus. Tentu saja hal itu ditunjang oleh tubuhku yang terlatih dan terawat dengan latihan-latihan fisik intens, sehingga tidak ada segumpal lemak pun yang menonjol di permukaan tubuhku yang atletis itu!

Untunglah dengan "memberi contoh" seperti itu maka Budi juga mau mencoba celana-renangnya di luar kamar-mandi di depanku.Maka setelah Budi melepas-kan celana-luar dan kancutnya, akupun dapat menyaksikan dengan mata kepala-ku sendiri - ketelanjangan Budi yang sempurna, beserta kontol, jembut dan biji-pelernya! Aku suka melihat Budi suda mau telanjang-bulat di hadapanku.Meski -pun dia masih tampak agak canggung.

Aku juga senang melihat kontolnya yang ternyata punya ukuran lebih besar dari rata-rata ukuran kontol pemuda Indonesia - disunat ketat [high and tight].Tidak terlihat sisa kulupnya sedikitpun. Semuanya sudah habis terkudung [terpotong] waktu Budi disunat dulu! Jembutnya juga amat memukau. Hamparannya luas, berwarna hitam, tebal dan tumbuh lebat! Amat indah dan sexy!

MENCABULI DAN MEMPERKOSA BUDI

Waktu Budi melepas T-shirt-nya, akupun dapat melihat badannya seutuhnya: Otot-dadanya yang menonjol ke depan, ditancapi oleh sepasang puting-susu yang tegang dan melenting, perutnya yang rata dan kencang membentuk six-packs, lengannya yang besar,kekar,dan berotot. Di bawah lengannya,terjepit seberkas bulu-keteknya! Ternyata dalam keadaan telanjang-bulat Budi enak dilihat, sexy dan merangsang nafsu-berahiku! Oleh karena itu, ketika Budi baru akan mengambil celana-renangnya yang baru,untuk dikenakan melalui kaki dan pahanya, aku memeluk tubuh Budi yang telanjang-bulat dari belakang.

Aku dapat merasakan Budi bergidik dipeluk sesama lelaki. Apalagi aku waktu itu juga nyaris telanjang-bulat! Aku hanya mengenakan kancut-renang model bikini yang minim [maximum exposure] itu.Aku kemudian dapat merasakan gelinjang tubuh Budi seperti akan berontak melepaskan diri dari pelukanku dan aku dengar kata-kata dari mulut-nya :

"Pak..Jangan Pak....!"

Biasanya, lelaki yang aku peluk seperti itu, menggelinjang karena merasa geli dan mengira aku main-main atau bergurau.Tapi dari gerakan Budi aku merasa bahwa dia sudah mengantisipasi kejadian itu. Berarti Budi sudah mempunyai feeling bahwa aku punya niat atau kecenderungan homosex. Artinya aku sudah tidak dapat main "halus" lagi, tapi aku sudah harus main "paksa" dan "perkosa". Sebab, jika dihalusi sudah pasti Budi akan menolak untuk dicabuli.Karena itu, aku tidak menanggapi omongan Budi.Alih-alih aku makin kuat memeluk tubuhnya yang telanjang-bulat itu dari belakang.Kemudian, kedua lengannya langsung aku telikung dengan kuat kebelakang dan aku dengar suara Budi berkata :

"Sakit Pak .....!",

Tidak aku pedulikan kata-kata Budi. Malahan tubuhnya yang telanjang itu aku dorong ketempat tidur, menelungkup,Dadanya tertelungkup di tempat-tidur.Aku tetap memegangi kedua pergelangan tangannya dengan kedua tanganku.Lalu aku menekan kuat-kuat tangannya agar dia tak bisa bergerak! Dengan kakiku aku menarik tas berisi borgol dan rantai yang ada di lantai dekat tempat tidur. Setelah berhasil menjangkau tas itu,maka sex-toys sialan [borgol dan rantai] aku keluarkan.Alat-alat itu aku pasangkan di pergelangan tangan Budi dan borgol-nya aku kunci! Tangan Budi jadi tertelikung dan terborgol.Kemudian bokongnya aku dorong kebawah dengan tanganku dibantu dengan lututku! Paha belakang-nya aku tekan kebawah agar kakinya berlutut ke lantai. Aku sudah makin kasar dan sadis!

Melihat bokongnya yang putih-bersih dengan belahan pantatnya, nafsu-berahiku bangkit! Jarang sekali aku terangsang waktu melihat bokong laki-laki!Tapi, waktu itu ketelanjangan Budi yang masih muda-remaja itu menggelorakan nafsuku.Aku jadi ingin menyakitinya!Untuk apalagi? Kalau bukan mau melampiaskan dorongan nafsu sadisku! Maka tanpa ampun gamparan keras tangan-kekarku aku darat-kan di kedua-belah bokongnya bergantian :

"PLAKK!.. PLAKK!.. PLAKK!.. PLAKK!.. PLAKK!.. PLAKK!", enam kali saja. Setiap belahan bokong Budi dapat "jatah" tiga gamparan yang KERASS[!] dari tangan kananku yang terlatih karate... Tiap gamparan-kuat telapak tanganku menghajar bokongnya setiap kali pula kepala Budi aku lihat jadi terdongak ke atas diiringi pekikan kesakitan :

"AGH!", lalu disusul dengan kata-katanya yang setengah menjerit kesakitan :

"Sudah! Sudah Pak! Sakit Pak! Kenapa saya dipukulin!Saya salah apa?", suara Budi marah dan bernada protes! Aku suka sekali mendengarnya.....!Nafsu sadis- ku seakan bertambah membara!Keinginanku untuk menaklukan Budi serta mem-perkosanya makin menggila. Apalagi aku melihat kulit bokong Budi yang tadinya putih-bersih berubah jadi merah-merona agak membiru akibat gamparan keras tanganku. Tak disengaja terpandang olehku ikat-pinggang [gesper] milkku yang tergulung rapi di atas meja di dekat situ! Senyuman sadis tersungging di bibirku,

Aku merenggut gesper itu,membuka gulungannya, dan menekuknya. Panjang gesper itu jadi tinggal setengahnya.Sebab, kedua ujungnya aku genggam dan di bagian yang tertekuk terbentuk simpul atau lekukan yang "sangat baik" untuk menghajar tubuh Budi.Tanpa ampun,paha samping Budi sebelah kanan aku hajar dengan gesper :

"JEPRETT! JEPRETT! JEPRET!!, hanya tiga kali lecutan, tetapi aku ayunkan dengan sekuat tenaga otot-ototku [yang setiap hari aku kuatkan dengan latihan beban intens minimal dua jam itu]! Budi berteriak-teriak lagi kesakitan :

"AAAGH! AAAGH! AAAGH! SAKIIIT!... Apa apaan sih ini!"

"DIEM LU!!!", bentakku.Lalu aku menyumpal mulutnya dengan sapu tanganku. Gulungan sapu-tanganku yang harum-parfum itu aku jejalkan ke mulut Budi! Mula-mula aku mencangar mulut Budi,dengan menekan tepi mulutnya dengan kasar menggunakan tangan-kananku yang kuat. Ketika mulut Budi terbuka-paksa, gulungan sapu-tangan itu aku jejalkan masuk mulutnya."Tidak lupa" aku mendaratkan tamparan keras di kedua pipinya kanan dan kiri:"PLAKK! PLAKK!"

Wajah Budi seperti terlempar ke kanan dan ke kiri akibat tamparan kerasku yang tak berbelas-kasihan dan yang tanpa alasan itu!Selain hanya untuk memuaskan nafsu sadisku saja!

Dari tepi bibirnya aku lihat cairan-merah..Agh!Darah !!!Yah, darah tampak di dalam mulutnya.Mungkin ada selaput lendir yang pecah terluka di dalam mulut Budi akibat tamparan-kerasku di pipinya tadi! Aku sangat suka melihat darah...! Suasana jadi makin terasa sadisss!!!

Budi tidak berkata apa-apa. Sorotan matanya menunjukkan dia marah,kesal dan amat benci pada-ku! Agh! Aku suka itu !Karena itu aku lecehkan lagi dia dengan membentak keras dan memandangnya dengan tajam, kejam dan bengis :

"APA LOE?! HAH!!", sambil tanganku seakan-akan mau menamparnya lagi. Budi cepat-cepat memalingkan wajahnya dan membenamkan wajahnya yang ganteng itu di permukaan kasur tempat-tidur itu! Dia pasti mengira aku betul-betul akan menamparnya lagi !

Aku mulai terangsang akibat menyakiti fiisik dan mental Budi, aku pun segera memplorotkan kancutku sampai aku telanjang bulat.Kontolku sudah tegang-mengeras - ngaceng dari tadi ! Siap diembatkan atau dientotkan kemana saja, termasuk ke dalam lobang-pantat Budi ???...Ta'i !!!

Sengaja, belahan pantat Budi aku renggang-renggangkan [dibengkek-bengkek]dengan jemariku!Maksudku agar Budi sadar bahwa dia akan aku perkosa. Akan aku sodomi alias akan aku entot lobang pantatnya dengan kontolku! Lobang-pantatnya akan segera aku perawani! Aku dapat melihat gerakan-gerakan di pinggulnya seperti mau menghindar perkosaanku di lobang-pantatnya.Meski pun aku baru hanya sekedar membengkek-bengkekkan belahan pantatnya saja! Untuk mem-provokasi Budi....!!!.

Kemudian, tanpa rasa jijik sedikitpun, jari telunjukku aku sodok-sodokkan ke dalam lobang-pantat Budi. Aku merasakan gelinjang dan geliat di tubuh Budi. Mungkin karena dia merasa sakit atau merasa nikmat,ketika kelenjar prostatnya aku sodok-sodok dan aku tekan-tekan dengan telunjuk kiriku.Tangan kananku meraba-raba kontol Budi.Aku dapat meraba-rasakan bahwa kontol Budi tegang-mengeras!Tentu itu akibat kelenjar-prostatnya aku pijit-pijit dengan jari telunjuk-kiriku tadi! Setelah mencabut telunjuk-kiriku dari dalam lobang pantat Budi, aku meneriksa apakah jari telunjukku berlepetan ta'i atau tidak - ternyata telunjuk kiriku tetap bersih hanya agak basah sedikit...[kalau dicium, mungkin bau juga?].

Kemudian...tanpa ampun kontolku aku sodokkan dengan kasar ke lobang -pantat Budi yang sempit itu dan yang seharusnya hanya digunakan untuk jalan ta'i saja bukan untuk dientot !!! ...dan kembali aku dengar teriakan Budi kesakitan :

"AAAHH! SAKIT! JANGAN PAK!....",tapi jeritan kesakitan Budi itu justru membuat aku makin bernafsu dan makin terangsang! Kontolku aku pompa-pompakan lagi dengan lebih kasar lagi, keluar-masuk, keluar-maksuk lobang pantat Budi seakan aku sedang mengentoti nonok perempuan !!!

Sementara itu tangan kananku "mencari-cari" kontol Budi di bagian depan lalu tanpa-ampun aku loco[kocok] kontol Budi itu dan dengan sengaja aku sinkronkan dengan pompaan kontolku,yang maju-mundur di boolnya ......pompa-maju kocok-kontol Budi... .tarik-mundur kocok-kontol Budi.... pompa-maju kocok-kontol Budi .. ...tarik-mundur kocok-kontol Budi .... begitu terus.... terus.....teruus,....dan..... teruuuus dan akhirnya pompaan dan kocokan aku percepat pompa-kocok, pomp-kocok,pompa-kocok ....dan akhirnya ...CROOOOOOOOOT! CROOOOOOOOOT! CROOOOOOOOOOOT! Pejuh kami berdua pun keluar bersamaan !!!

Aku bisa tahu bahwa Budi juga mengeluarkan pejuhnya bersamaan dengan aku, karena aku memompa lobang-pantat Budi dengan kontolku, sambil tanganku mengocok kontolnya.Pada saat yang bersamaan dengan keluarnya pejuhku,aku juga merasakan denyutan di kontol Budi dan hangatnya cairan lendir [pejuh] keluar dari lobang kencingnya yang memang dari sebelumnya sudah menganga seperti mulut ikan itu ! Siap mengeluarkan pejuh !

EPILOG

Setelah selesai melampiaskan pejuhku,aku baru sadar dan berpikir bagaimana aku bisa mengakhiri permainan cabul yang sadis itu dengan baik-baik, tanpa ada masalah dengan Budi! Bagaimana pula caranya Budi mau berbaik dengan aku, setelah dia aku perlakukan dengan kejam dan sadis dan kemudian dia aku lecehkan dan perkosa begitu!!!

Setelah berpikir sejenak, aku dapat jalan keluar! Aku akan gunakan uang! Yah kekuatan uang! Aku yakin dengan :ganti-rugi US $ 500,- sekitar Rp 5 juta,- Budi pasti mau memaafkan aku ......!!! Kalau dia tidak mau, akan aku tambah lagi uangnya........!Uang bukan masalah bagiku.Salary-ku dengan rate atau skala gaji United Nations [PBB] adalah lebih dari US $ 30.000,- sebulan!Bagiku uang bukan masalah dan sex-sejenis adalah sangat penting. Menikmati tubuh laki-laki adalah tujuan hidupku - my destiny! Seperti semua laki-laki homosex, maka hidupku hanyalah untuk sex...sex...dan... sex saja! Ta'i!

Gaji pelayan restoran pasti kecil.Paling-paling Rp 500.000,- sebulan. Dengan aku beri Budi "ganti-rugi" US $ 500,- .maka jika kurs nilai-tukar Dolar ke Rupiah adalah Rp 10.000, sampai Rp 12.000,- per satu US $, berarti Budi menerima Rp 5 juta - Rp 6 juta!Agh! Lumayan! Sama dengan gajinya setahun? Memang benar Budi aku lecehkan kehormatannya.Tapi dia 'kan menikmati juga permainan cabul itu, bukan?Nyatanya pejuhnya keluar juga CROOOOT! CROOOOT! CROOOOT! Ta'i! Waktu aku mengocok kontolnya aku merasakan sendiri keluarnya pejuh Budi di tanganku!

Agh Budi, ..Budi,,,Mengapa nasibmu jadi seperti itu ???Gara-gara kamu bergaul dengan Juan Carlos Aragon, Representative Badan PBB di Timor Leste yang homosex dan yang terkenal bejat itu !!!

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar